Tiga langkah, sekitar 15 menit
Daftarkan layanan & buat kuncinya → pasang pengirim log di aplikasi → pastikan lognya masuk.
Alamat API:
1 · Daftarkan layanan dan buat kuncinya
satu kunci untuk satu sistem
Buka Katalog Layanan, tetapkan
tier layanan, lalu tekan Tambah kunci. Nilai kunci hanya tampil sekali —
simpan sebagai environment variable di sistem Anda, jangan ditulis langsung di kode.
Atau lewat API
2 · Pasang pengirim log di aplikasi
pilih bahasa yang dipakai sistem Anda
Klien lengkap yang sudah menangani timeout, batching, dan penangkap error global tersedia di
docs/clients/ pada repositori — untuk Python, PHP, dan Node.js.
3 · Pastikan lognya masuk
- Buka Log Mentah, saring ke layanan Anda — log seharusnya muncul dalam hitungan detik.
- Buka Katalog Layanan — status layanan berubah menjadi Terhubung.
- Buka Daftar Masalah — periksa apakah pengelompokannya masuk akal, bukan satu error menjadi puluhan issue.
- Picu satu error yang Anda tahu genting. Kalau prioritasnya meleset, tambahkan kosakatanya di Aturan Prioritas.
Referensi endpoint
semua path diawali /api/v1| Endpoint | Kegunaan | Otentikasi |
|---|
Field yang dikirim
makin lengkap, makin akurat prioritasnya| Field | Wajib | Pengaruhnya |
|---|
Praktik yang disarankan
Lakukan
- Kirim WARNING ke atas saja — INFO/DEBUG hanya menambah volume tanpa menambah keputusan.
- Sertakan stack_trace, host, user_id, dan status_code.
- Kirim asinkron (queue/worker) agar tidak menambah latensi permintaan pengguna.
- Pakai /logs/bulk bila volumenya tinggi (maks 500 per request).
- Pastikan nilai environment benar — salah di sini membuat error staging dianggap produksi.
Hindari
- Mengirim seluruh log akses HTTP — ini bukan alat analitik trafik.
- Menaruh data pribadi pelanggan (nama, email, NIK, nomor kartu) di pesan log.
- Menaruh kunci di kode frontend atau aplikasi mobile — kunci hanya untuk server.
- Memanggil API secara sinkron di jalur kritis tanpa timeout.