Tiga langkah, sekitar 15 menit
Dari nol sampai log pertama masuk ke dashboard.
Alamat API
1Daftarkan layanan dan buat kuncinya
satu kunci untuk satu sistem
Buka Katalog Layanan, tetapkan
tier layanan, lalu tekan Tambah kunci. Nilai kunci hanya tampil sekali —
simpan sebagai environment variable di sistem Anda, jangan ditulis langsung di kode.
Atau lewat API
↯Jalan pintas — biar AI yang memasang kodenya
menggantikan langkah 2 dan 3
Alih-alih membaca dokumentasi lalu menulis sendiri, salin prompt di bawah dan tempel ke
Claude yang sedang membuka repositori aplikasi Anda. Prompt ini memuat seluruh kontrak API,
rincian tiap field beserta pengaruhnya pada prioritas, arti tiap kode galat, persyaratan
wajib, langkah verifikasi, dan tautan dokumentasi.
Bahasa pemrograman tidak perlu dipilih: prompt menginstruksikan Claude menelusuri repositori dan mengenali sendiri teknologinya — hasilnya lebih tepat daripada menebak dari dropdown.
Bahasa pemrograman tidak perlu dipilih: prompt menginstruksikan Claude menelusuri repositori dan mengenali sendiri teknologinya — hasilnya lebih tepat daripada menebak dari dropdown.
Kalau tim Anda memakai AI coding assistant
Bugtrace menerbitkan dokumentasi yang memang ditulis untuk dibaca mesin, mengikuti
konvensi llms.txt. Alih-alih menempelkan prompt panjang di atas, cukup
berikan salah satu alamat ini kepada assistant Anda — isinya selalu ikut versi API
yang sedang berjalan karena dirakit langsung dari kodenya.
-
/llms.txt— indeks ringkas, untuk assistant yang bisa mengikuti tautan -
/llms-full.txt— panduan integrasi utuh dalam satu berkas
2Pasang pengirim log di aplikasi
pilih bahasa yang dipakai sistem Anda
Klien lengkap yang sudah menangani timeout, batching, dan penangkap error global tersedia di
docs/clients/ pada repositori — untuk Python, PHP, dan Node.js.
3Pastikan lognya masuk
- Buka Log Mentah, saring ke layanan Anda — log seharusnya muncul dalam hitungan detik.
- Buka Katalog Layanan — status layanan berubah menjadi Terhubung.
- Buka Daftar Masalah — periksa apakah pengelompokannya masuk akal, bukan satu error menjadi puluhan issue.
- Picu satu error yang Anda tahu genting. Kalau prioritasnya meleset, tambahkan kosakatanya di Aturan Prioritas.
Referensi endpoint
semua path diawali /api/v1| Endpoint | Kegunaan | Otentikasi |
|---|
Field yang dikirim
makin lengkap, makin akurat prioritasnya| Field | Wajib | Pengaruhnya |
|---|
Praktik yang disarankan
Lakukan
- Kirim WARNING ke atas saja — INFO/DEBUG hanya menambah volume tanpa menambah keputusan.
- Sertakan stack_trace, host, user_id, dan status_code.
- Kirim asinkron (queue/worker) agar tidak menambah latensi permintaan pengguna.
- Pakai /logs/bulk bila volumenya tinggi (maks 500 per request).
- Pastikan nilai environment benar — salah di sini membuat error staging dianggap produksi.
Hindari
- Mengirim seluruh log akses HTTP — ini bukan alat analitik trafik.
- Menaruh data pribadi pelanggan (nama, email, NIK, nomor kartu) di pesan log.
- Menaruh kunci di kode frontend atau aplikasi mobile — kunci hanya untuk server.
- Memanggil API secara sinkron di jalur kritis tanpa timeout.